Writy.
  • Artikel
  • Berita
  • Aksi
  • Bunga Rampai
  • Pondok Damai
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Writy.
  • Artikel
  • Berita
  • Aksi
  • Bunga Rampai
  • Pondok Damai
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Writy.
Utamakan Keadilan, Kemanusiaan, dan Kelestarian Lingkungan Hidup, Tokoh Agama Harus Bersikap Bijak dan Aparat Jangan Lagi Gunakan Pendekatan yang Intimidatif di Desa Wadas

Utamakan Keadilan, Kemanusiaan, dan Kelestarian Lingkungan Hidup, Tokoh Agama Harus Bersikap Bijak dan Aparat Jangan Lagi Gunakan Pendekatan yang Intimidatif di Desa Wadas

Pelita Oleh Pelita
12 Februari 2022
di Siaran Pers
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak tahun 2017 ada penolakan warga terhadap rencana pembukaan lahan tambang andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Warga menolak batuan andesit di desa mereka dikeruk untuk bahan baku proyek pembangunan Bendungan Bener yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) pemerintah. Mereka khawatir tambang galian C akan merusak sumber mata air dan sawah, sebab sebagian besar mereka bermata pencaharian petani.

Warga tak menyangkan hari Selasa (8/2) pagi, gabungan polisi, TNI, dan Satpol PP memasuki desa mereka, dalam kondisi listrik di desa mereka padam sejak malam sebelumnya – padahal listrik di desa lain tetap menyala. Menurut Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy, turunnya polisi itu untuk mengawal Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur lahan rencana penambangan material untuk membangun Bendungan Bener.

Baca Juga

Teror Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Belajar Sejarah dan Nilai Luhur Penghayat Sapta Dharma di Bandungan

Menurut Polda, turunnya polisi ini berdasarkan Surat Kementerian PUPR Nomor UM 0401.AG.3.4./45 tertanggal 3 Februari 2022 tentang Permohonan Pengamanan Pelaksanaan Pengukuran di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo; dan surat dari Kementerian ATR/BPN Kabupaten Purworejo Nomor: AT.02.02/344-33.06/II/2022 tanggal 4 Februari 2022 perihal Permohonan Personil Pengamanan Pelaksanaan Inventarisasi dan Identifikasi di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, serta audiensi antara BPN dengan Polda Jateng.

Namun, warga ketakutan karena aparat bersenjata lengkap itu mengepung wilayah mereka, mencopoti poster-poster tolak tambang, membawa anjing pelacak untuk mengejar warga sampai ke perbatasan dan hutan, menyeret dan menangkap sekitar 60 orang, belasan di antaranya masih di bawah umur, ada yang dituduh melanggar UU ITE. Beredar video-video kedatangan dan aksi penangkapan polisi terhadap warga dan pegiat tolak tambang, yang mengandung unsur kekerasan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di media menyampaikan permintaan maaf terkait penangkapan tersebut. Hari Rabu (9/2), warga yang ditangkap dipulangkan ke desa mereka. Meski demikian, polisi masih terus mengawasi warga, bahkan disebutkan melakukan razia ponsel.

Di berbagai titik di desa, muncul poster-poster yang pro penambangan di Desa Wadas. Beredar pula video pernyataan dari tokoh agama area Jawa Tengah yang mendesak warga Desa Wadas mendukung proyek pembangunan pemerintah.

Lebih lagi, hari Kamis (10/2), datang tambahan truk-truk polisi ke Desa Wadas, dikabarkan bersenjata lengkap dan membawa anjing pelacak. Ada pula sejumlah preman yang ikut masuk ke desa. Warga jadi takut keluar rumah, sehingga lahan pertanian dan hewat ternak kurang perawatan dan terjadi kekurangan logistik di rumah mereka.

Baru hari Jumat (11/2), Kapolda Jateng Irjen Polisi Ahmad Luthfi memerintahkan menarik seluruh personel dari Desa Wadas. Ketika ditanya masih adanya polisi Brimob yang datang dengan anjing pelacak, Luthfi menjelaskan bahwa hal tersebut hanya langkah penetrasi untuk pengamanan sementara.

Terhadap peristiwa Desa Wadas tersebut, Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Kami meminta kepada semua pihak agar bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, kedepankan dialog dan hindari kekerasan.
  2. Kami meminta sikap tegas Pemerintah Pusat dan Daerah bahwa proyek strategis nasional akan diwujudkan tanpa pendekatan yang intimidatif kepada warga dan melarang penggunaan kekerasan atau pelanggaran HAM warga.
  3. Kami meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk melindungi dan mengayomI masyarakat melalui pendekatan yang humanis, khususnya menarik seluruh personel berseragam maupun tidak berseragam dari Desa Wadas, sehingga warga bisa berkegiatan tanpa ketakutan.
  4. Kami berharap tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan bersikap bijaksana tentang situasi Desa Wadas, memikirkan kepentingan nasional dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan.
  5. Kami mengajak semua pihak untuk membantu memulihkan trauma yang dialami waga Desa Wadas, khususnya perempuan dan anak-anak.

 

Semarang, 12 Februari 2022

Koordinator Pelita

Setyawan Budy

081390639439

 

Sumber:

https://tirto.id/desa-wadas-purworejo-mencekam-ada-apa-kenapa-warganya-ditangkap-goMl

https://www.kompas.tv/article/260006/ternyata-ini-proyek-yang-bikin-desa-wadas-dikepung-polisi-dan-puluhan-warganya-ditangkapi

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220211064850-20-757781/warga-wadas-ketakutan-anjing-pelacak-brimob-diterjunkan-tengah-malam

https://nasional.tempo.co/read/1559550/koalisi-serius-revisi-uu-ite-desak-polisi-bebaskan-3-warga-desa-wadas/full&view=ok

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-60322206

https://www.detik.com/jateng/berita/d-5935863/ganjar-minta-maaf-64-warga-wadas-akhirnya-dibebaskan

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220211135821-20-758026/kapolda-jateng-perintahkan-aparat-keluar-dari-desa-wadas

Pelita

Pelita

Terkait

Teror Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Teror Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

Oleh Pelita
16 Maret 2026
0

Hari Kamis (12/3) malam. Hanya seminggu menjelang berakhirnya Ramadhan, bulan yang seharusnya penuh berkah, dan datangnya Hari Raya Idul Fitri,...

Belajar Sejarah dan Nilai Luhur Penghayat Sapta Dharma di Bandungan

Belajar Sejarah dan Nilai Luhur Penghayat Sapta Dharma di Bandungan

Oleh Pelita
11 Januari 2026
0

Pada hari Minggu (11/1), puluhan anak lintas agama dan kepercayaan di Kota Semarang mengikuti kegiatan Anak Semarang Damai (Semai) #5....

Foto Warga Semarang Gelar Aksi Jeda untuk Iklim

Warga Semarang Gelar Aksi Jeda untuk Iklim

Oleh Pelita
15 November 2025
0

Semarang, 14 November 2025 – Sekitar dua ratus warga Semarang, yang didominasi oleh pelajar dan aktivis muda, berpawai di depan...

Pemuka Agama/Kepercayaan dan Tokoh Masyarakat di Jawa Tengah Menyerukan Perbaikan Fundamental Pemerintahan Negara Republik Indonesia dengan Berbasis Moralitas dan Tanpa Kekerasan

Pemuka Agama/Kepercayaan dan Tokoh Masyarakat di Jawa Tengah Menyerukan Perbaikan Fundamental Pemerintahan Negara Republik Indonesia dengan Berbasis Moralitas dan Tanpa Kekerasan

Oleh Pelita
2 September 2025
0

Di penghujung bulan Agustus 2025, saat Republik Indonesia merayakan ulang tahun ke-80, negeri kita justru mengalami kulminasi konflik antara rakyat...

Postingan Selanjutnya
SKB dan Mayoritarianisme yang membelenggu Rumah Ibadah

SKB dan Mayoritarianisme yang membelenggu Rumah Ibadah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Penulis
  • Kontak
  • Redaksi

© Copyright 2021 Pelita Semarang

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Artikel
  • Berita
  • Aksi
  • Bunga Rampai
  • Pondok Damai

© Copyright 2021 Pelita Semarang